Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu hari ini akan melakukan konsolidasi terkait dampak negatif tenggelamnya tongkang TB (Tug Boat) 17.
Selain berdampak pada perikanan budidaya seperti rumput laut, juga bisa berdampak negatif pada pariwisatanya.
Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Kabupaten Seribu, DKI Jakarta telah mengambil sampel minyak solar dari kapal tongkang yang tenggelam di perairan Kepulauan Seribu.
Sorry, please register/login first to see this image
Sorry, please register/login first to see this image
Sorry, please register/login first to see this image
Sorry, please register/login first to see this image
Ilustrasi gambar tumpahan minyak di laut.
Bowo menegaskan, alat oil boom sendiri sampai saat belum dipasang di area tersebut karena tumpahan yang tidak besar. Pihaknya sendiri terus memantau perkembangan kejadian tersebut."Kita terus koordinasi sebelum tongkang diangkat, yang akan disedot nanti kemungkinan minyaknya terlebih dahulu," katanya.
Solar yang tumpah dari kapal tongkang yang karam milik PT Pelayaran Hub Maritim Indonesia (PHMI) mulai mencemari perairan Pulau Pari, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Tumpahannya, kini meluas hingga dua kilometer persegi atau satu mil dari lokasi kapal tenggelam.
Upaya penanganan sedang dilakukan. Pagi ini, Rabu, 2 Maret 2011, aparat Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu bekerjasama dengan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok, Pertamina, Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah Jakarta, dan PT PHMI turun ke lokasi. Petugas akan menyedot tumpahan minyak.
"Kami sudah menyiapkan dua kapal penyedot dan kapal tongkang lain untuk menampung minyak yang bocor," kata Agus Trimurtoyo.
Kepala Administrator Pelabuhan, Kepulauan Seribu, Darmadi, menambahkan, pihaknya mengupayakan agar pemilik kapal tongkang segera bertanggung jawab pada kasus ini.
Kapal tongkang PB 17 yang bertolak dari Pelabuhan Tanjung Priuk, tenggelam di Perairan Pulau Pari, pada Senin, 28 Februari 2011 sekitar pukul 16.00 WIB. Dugaan sementara, kapal tenggelam karena dihempas gelombang tinggi.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat kejadian, menurut Darmadi, tongkang itu sedang ditarik Tug Boat Bengkalis menuju ke Pelabuhan Merak dari Pelabuhan Tanjung Priok. "Tongkang itu membawa minyak solar (HSD) sebanyak 4.800 liter," katanya.
Bupati Kepulauan Seribu, Ahmad Ludfi, berharap tumpahan solar segera ditangani karena area yang tercemari makin meluas. Dia menilai penanganan kasus ini lamban. Bila tidak segera dituntaskan, Ahmad akan menuntut pemilik kapal. "Kalau benar-benar merusak perairan Pulau Seribu, tidak menutup kemungkinan kami akan lakukan penuntutan, karena dampaknya sangat merugikan," katanya.
Senin kemarin, Kapal Tongkang TB 17, tenggelam karena dihempas ombak yang saat itu mencapai 3 meter. Kapal sendiri membawa ratusan ton minyak. Ada dugaan kapal tongkang tersebut kelebihan muatan yang harusnya membawa sekitar 220 ton solar, namun, yang diangkut mencapai 380 ton solar."Usaha pengangkatan tongkang akan dilanjutkan hingga sabtu atau minggu pekan ini," ujar Darmati Kepala Administrator Pelabuhan Kepulauan Seribu.
Dari berbagai sumber.
Bookmarks