[IMG]Sorry, please register/login first to see this image
[/IMG]
Keberhasilan Radja Nainggolan membawa Cagliari memimpin Seri A untuk sementara, merupakan cibiran buat PSSI. Kenapa bisa?
Nama Radja Nainggolan sempat disebut-sebut akan membela tim nasional Indonesia di pentas internasional. Kecuali Radja Nainggolan, tersebut pula sejumlah pemain lain berdarah Indonesia yang kini merumput di berbagai klub luar negeri seperti Sergio van Dijk dan Irfan Bachdim.
Jika saja mereka bergabung dengan tim nasional, cara seperti ini lebih masuk akal ketimbang proses naturalisasi yang pernah digagas Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, beberapa tahun lalu. Pasalnya, mereka adalah pemain-pemain yang di darahnya masih mengalir warna Merah-Putih.
Beda dengan proses naturalisasi yang direncanakan Nurdin Halid beberapa waktu yang lalu. Saat itu, Nurdin melalui agen pemain, mendatangkan sejumlah pemain kacangan asal Brasil untuk dinaturalisasi dan membela Indonesia. Untung saja, program tersebut gagal menjadi kenyataan.
Proses rencana bergabungnya Radja Nainggolan, Sergio van Dijk, dan Irfan Bachdim, akhirnya juga gagal. Ironisnya, upaya menggagalkan itu justru datang dari orang-orang di kalangan dalam PSSI sendiri.
Karena itu, aksi menawan Radja Nainggolan bersama Cagliari bisa menjadi cibiran bagi keangkuhan PSSI. Radja Nainggolan membuktikan, secara teknis, dirinya jauh di atas layak untuk membela tim nasional.
Penampilan Radja Nainggolan sendiri cukup mengesankan. Sebagai pemain belakang, dia harus berhadapan dengan penyerang Roma yang terkenal tajam, termasuk Francesco Totti, Daniele De Rossi, David Pizarro, dan Marco Borriello.
Radja Nainggolan sendiri tampil penuh selama 90 menit pada pertandingan ini. Pelatih Cagliari, tak seperti pada partai perdana, tak menariknya di tengah pertandingan. Tiga pemain yang digantinya adalah Daniele Conti, Robert Acquafresca, dan Alessandro Matri.
Seperti inilah potret sepak bola indonesia, pemain bagus malah di tolak. Segala naturalisasi and kebangsaan di pertanyakan...
Ga salah kalo potensi2 besar indonesia malah laris manis di luar negri abis pengurusnya kecentilan banyak gaya...
Bookmarks