+ Reply to Thread
Results 1 to 6 of 6

Thread: Suzanna, almarhumah legenda film Indonesia

  1. #1
    Tamu Royal
    Reputation
    spiderman's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    835
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    2123.1
    Level
    15
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    24.72%
    Weekly Activity
    3.02%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    10

    Suzanna, almarhumah legenda film Indonesia

    suzanna

    suzanna
    Sorry, please register/login first to see this image
    Sorry, please register/login first to see this image




    suzanna

    Sorry, please register/login first to see this image
    Sorry, please register/login first to see this image




    suzanna

    Sorry, please register/login first to see this image
    Sorry, please register/login first to see this image





    Jika di suatu malam jumat Anda berjalan di tempat yang sepi, Anda was-was akan bertemu dengan sundel bolong atau kuntilanak, Anda membayangkan mirip wajah siapa si sundel bolong atau kuntilanak itu? Kalau Anda membayangkan wajah Suzanna, mirip dengan apa yang saya banyangkan. Siapa yang tidak kenal dengan Suzanna, bintang film spesial horor di era 80an lalu.

    Suzanna Martha Frederika van Osch populer dengan nama Suzanna adalah bintang film Indonesia yang berkecimpung di dunia layar perak sejak tahun 1950-an hingga 1990-an. Wanita bergelar “The Queen of Indonesian Horror” ini popular lewat film-film panas dan mistik seperti Bernapas dalam Lumpur (1970), film legendaris Beranak Dalam Kubur (1971), Pulau Cinta (1978), dan Ratu Ilmu Hitam (1981) dan lain-lain.

    Karirnya berawal saat memenangkan kontes “Tiga Dara” dan diaudisi oleh Usmar Ismail. Gadis muda berjulukan The Next Indriati Iskak ini berhasil memukau penonton lewat Asrama Dara dan meraih banyak penghargaan, di antaranya The Best Child Actress (Festival Film Asia, Tokyo, 1960), dan Golden Harvest Award. Bungsu dari lima bersaudara yang berdarah Jerman-Belanda-Jawa-Manado ini juga meraih gelar Aktris Terpopuler se-Asia saat Festival Film Asia Pasifik di Seoul tahun 1972.

    Sayangnya popularitas Suzanna justru diraih dari film-film panas dan mistik, seperti Bernafas Dalam Lumpur dan Bumi Makin Panas serta Pulau Cinta (1978) dan Ratu Ilmu Hitam (1981) yang membuatnya menjadi nominator FFI untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik. Suzanna berhenti bermain film di awal tahun 1990-an. Di tahun 2003, di usianya yang menginjak 61 tahun Suzanna berbinar lagi di sinetron Selma dan Ular Siluman yang ditayangkan Indosiar.

    Anda suka melihat film-film Suzanna yang lain seperti seri Kuntilanak, Nyi Blorong atau Ratu Kidul?


  2. #2
    Tamu Royal
    Reputation
    spiderman's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    835
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    2123.1
    Level
    15
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    24.72%
    Weekly Activity
    3.02%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    10
    Suzzana 1958
    SUATU hari di tahun 1958, seorang gadis cantik, baru 15 tahun, ikut kontes "Tiga Dara" yang audisinya ditangani sineas besar Usmar Ismail. Seperti kepada peserta audisi lain, Usmar meminta gadis itu memeragakan adegan bertelepon.

    Ia terlihat gugup dan tak bisa menyelesaikan adegan dengan baik. Maklum, sebelum itu ia sama sekali tak pernah memegang gagang telepon, apa lagi bertelepon. Merasa gagal, si cantik patah arang dan menganggap telah kehilangan kesempatan.

    Namun di luar dugaan, Usmar Ismail justru meloloskannya. Intuisi Usmar mengatakan, di balik keluguannya, gadis itu menyimpan potensi besar. Terlebih, ia sebelumnya sudah punya pengalaman berakting dalam film "The Long March" yang diproduksi pada 1950.

    Sebuah peran dalam Asmara Dara pun didapat. Dan di bawah besutan Usmar Ismail, gadis bernama Suzanna Martha Frederika van Osch itu berhasil menampilkan kemampuan aktingnya secara optimal. Tak tanggung-tanggung, atas perannya sebagai Ina di Asmara Dara, ia beroleh penghargaan The Best Child Actrees pada Festival Film Asia di Tokyo pada 1960.

    Selain itu juga menjadi pemain harapan pada FFI 1960. Inilah untuk kali pertama, seorang aktor anak pertama Indonesia yang pernah memenangkan penghargaan nasional dan internasional sekaligus melalui film yang sama.

    Sukses dalam Asmara Dara, Suzanna yang dijuluki ”The Next Indriati Iskak” itu lantas membintangi sejumlah film bergenre drama, seperti Bertamasja (1959), Mira (1961) Antara Timur dan Barat, Aku Hanja Bajangan (1963), Segenggam Tanah Perbatasan (1965), Suzie (1966), dan Penanggalan (1967). Kendati demikian, film-film itu tak melambungkan namanya.

    Terangkat

    Baru pada Bernapas dalam Lumpur (1970), popularitas Suzanna terangkat. Dalam film gubahan sutradara Turino Djunaidy dari sebuah novelet berjudul Berenang dalam Lumpur karya Zainal Abdi itu, Suzanna berperan sebagai pelacur.

    Nah, di situlah ia harus beradegan panas. Atas aktingnya di film ini, Suzanna menerima penghargaan Runner Up I aktris terbaik versi Persatuan Wartawan Indonesia (1970-1971).

    Drama, seks, dan misteri menjadi tren perfilman era 1970-1980-an. Di situlah, Suzanna sebagai bintang papan atas, memainkan peran yang lebih luas. Tahun 1971 ia bermain dalam film horor Beranak dalam Kubur.

    Sejak 1980, Suzanna lebih banyak bermain dalam film horor yang dibungkus kisah mitos dan legenda. Taruh misal, Sundel Bolong, Ratu Ilmu Hitam (1981), Nyi Blorong (1982), Nyi Ageng Ratu Pemikat, Perkawinan Nyi Blorong (1983), Telaga Angker (1984), Ratu Sakti Calon Arang, Bangunnya Nyi Roro Kidul (1985), Malam Jumat Kliwon, Petualangan Cinta Nyi Blorong (1986), Santet, Ratu Buaya Putih, Malam Satu Suro (1988), Wanita Harimau (1989), Pusaka Penyebar Maut, Titisan Dewi Ular (1990), Perjanjian di Malam Keramat (1991), dan Ajian Ratu Laut Kidul (1991).

    Selain layar lebar, Suzanna juga membintangi beberapa sinetron bergenre serupa. Antara lain Selma dan Ular Siluman. Demikian sering ia bermain di film misteri hingga masyarakat menjulukinya Ratu Film Horor Indonesia.

    Jejuluk ini amat melekat. Alhasil sosok perempuan berdarah campuran Jerman, Belanda, Manado, dan Jawa itu identik dengan peran-peran yang dimainkannya, seperti sundel bolong, Nyi Roro Kidul, kuntilanak, atau Nyi Blorong.

    Sorry, please register/login first to see this image

  3. #3
    Tamu Royal
    Reputation
    spiderman's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    835
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    2123.1
    Level
    15
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    24.72%
    Weekly Activity
    3.02%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    10

    Suzanna, Legenda dari "Asrama Dara"

    Rabu, 22 Oktober 2008 , 18:43:00

    BINTANG legendaris perfilman nasional itu telah tiada. Rabu (15/10) malam, Suzanna pergi ke alam keabadian di Magelang. Namun, kepergian aktris bernama lengkap Suzanna Martha Frederika van Osch itu, tak akan mengubur reputasinya dalam perjalanan panjang riwayat perfilman di negeri ini.

    Tentu saja karena Suzanna jadi sebuah nama fenomenal, yang popularitasnya menembus batas generasi. Tak hanya konsumen film tempo dulu di putaran tahun 1960-an, remaja masa kini pun masih sempat mengenali pamornya di film "Hantu Ambulance" (2008). Film terakhir yang "memanjangkan umur" kemashurannya!

    Semua orang kenal Suzanna. Kondisi ini tercipta, dimungkinkan, terdukung dengan penayangan ulang sejumlah film legenda misteri di layar kaca, yang menampilkan artis kelahiran Bogor 13 Oktober 1942 itu. Memang, Suzanna pernah jadi "cap dagang film laris" untuk lakon hantu-hantuan Indonesia.

    Sosok almarhumah lalu identik dengan perwajahan film horor dan mistik, sejak film "Sundel Bolong" (1981) karya almarhum Sisworo Gautama, sukses merebut pasar film nasional. Formula mistik ini yang menderaskan penampilannya dalam banyak film lain, seperti film "Nyi Blorong", "Perkawinan Nyi Blorong", "Malam Jumat Kliwon", "Ratu Ilmu Hitam", maupun "Nyi Ageng Mangir".

    Terlebih, karena kekuatan pasar film, Suzanna mendapat pengakuan FFI (Festival Film Indonesia) 1983 di Medan, yang menganugerahkan Piala Antemas untuk film "Nyi Blorong", lambang film terlaris sepanjang tahun 1982. Itu pula yang menguatkan jaminan sukses komersial, untuk pemasaran film bermuatan legenda populer "Ratu Pantai Selatan" dan "Sangkuriang". Lalu, Suzanna bagai wujud lain Dayang Sumbi dari cerita rakyat Jawa Barat itu. Dalam kehidupan sebenarnya, "Sang Puteri" tak lagi kuasa memadamkan api cinta Sangkuriang, yang diketahui sebagai anak kandungnya.

    Saat berstatus janda aktor film almarhum Dicky Suprapto, Suzanna pelakon Dayang Sumbi dalam "Sangkuriang" menikah dengan Clift Sangra pemeran Sangkuriang, yang usianya terpaut jauh, seumpama ibu dan anak. Mereka menjalani kebersamaan hidup, hingga kematian datang memisah keduanya.

    Apa pun kenyataan di balik layar keartisan, Suzanna memang seorang pelaku legenda perfilman nasional, yang turut mengantar kelangsungan dunia film sejak tahun 1958 hingga kondisi kekinian. Kemenangan juara kedua dalam kontes film "Tiga Dara" di Magelang, dan "Delapan Pendjuru Angin" di Yogyakarta, membawa Suzanna bermain film "Asrama Dara" karya almarhum Usmar Ismail.

    Kehadiran belia enam belas tahun itu, bersambut sukses gemilang. Film penapak kepopuleran "Tiga Dara" berbintangkan Chitra Dewi, Mieke Widjaya, dan Indriati Iskak itu, melambungkan Suzanna sebagai Aktris Harapan Terbaik di Pekan Apresiasi Film Indonesia 1960, arena festival film kedua setelah tahun 1955. Pamor Suzanna mengemuka di tengah sukses almarhum Soekarno M. Noer dan almarhumah Farida Aryani, Aktor dan Aktris Terbaik dari film "Anakku Sajang" karya Liliek Sujio. Bahkan, "Asrama Dara" menobatkan pula Suzanna sebagai The Best Child Actress di pentas FFA (Festival Film Asia) 1960.

    Beralasan, walau iklim produksi perfilman nasional masih terlindung mega mendung, namun sepanjang enam tahun sampai 1966, Suzanna tampil saban tahun. Film-filmnya bertitel "Mira" dan "Bertamasya" karya M. Sharieffudin A. Lalu, film "Gara-Garamu" (Fred Young), "Antara Timur dan Barat" (Turino Junaedi), "Segenggam Tanah Perbatasan" (Djamal Halputra), dan "Suzie" (judul film dengan nama akrab keseharian sang bintang) karya Liliek Sujio.

    Kelangsungan karier filmnya yang biasa-biasa itu, seketika sontak jadi luar biasa, manakala Suzanna berani tampil beda di film "Bernapas Dalam Lumpur" karya Turino Junaedi. Itu tergelar empat tahun setelah absen bermain film! Terbukti, film tentang pelacur dari novel populer Zainal Abdi itu, mampu membangunkan pamor film nasional tahun 1970, dari panjangnya kemuraman pasar.

    Formula seks ramuan "Bernapas Dalam Lumpur" mencapai takaran film box office. Film "panas" yang menghebohkan dengan keberanian Suzanna beradegan ranjang, dihargai sebagai legenda perfilman Indonesia. Tampilan "formula baru" filmnya memanggang film nasional, dengan perdagangan adegan panas. Reputasi Suzanna pun menguat sebagai "bintang panas" terlaris.

    Sejumlah film lainnya seperti "Tuan Tanah Kedawung" (1971), "Air Mata Kekasih" (1971), "Beranak Dalam Kubur" (1972), "Bumi Makin Panas" (1973), "Ratapan dan Rintihan" (1974), maupun "Nafsu Gila" (1974), menggetarkan pasar film dalam negeri. Tapi, Suzanna bukan sekadar "bintang ranjang" tanpa pujian.

    Dalam jaringan "aktris terbaik" di pentas The Best Actor/Actress versi PWI Jaya Seksi Film 1970, almarhumah bergelar Aktris Harapan Terbaik I melalui film "Bernapas Dalam Lumpur". Satu tingkat di bawah Rima Melati (film "Noda tak Berampun"), namun mengungguli Chitra Dewi (film "Nyi Ronggeng"), Widyawati (film "Hidup Cinta dan Air Mata"), dan Mieke Widjaya (film "The Big Village").

    Saat Lenny Marlina berjaya atas film "Biarlah Aku Pergi" (1971), Suzanna terempas ke peringkat "Aktris Harapan Terbaik IV" (film "Air Mata Kekasih"). Itu tak memudarkan pamornya. Justru Suzanna melalui film "Ratu Ilmu Hitam" terjaring ke dalam nominasi Pemeran Utama Wanita Terbaik FFI 1982 Jakarta, membayangi sukses Jenny Rachman (film "Gadis Marathon"). Kharisma keartisan Suzanna seakan tak pernah lekang. Predikat "bintang panas", tak terpadamkan kehadiran artis lainnya, yang jauh lebih muda. Di musim tema mistik dan horor berjaya, gelar "ratu horor" masih juga berharga menjadi cap dagang film laris. Pamor Suzanna yang cantik dan seksi tiada duanya. Totalitas pemeranan yang terkadang panas, masih belum lagi tergantikan. Dunia film nasional kehilangan...***

    Yoyo Dasriyo
    Wartawan, pemerhati film nasional & sinetron, tinggal di Garut.

  4. #4
    Tamu Royal
    Reputation
    spiderman's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    835
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    2123.1
    Level
    15
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    24.72%
    Weekly Activity
    3.02%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    10

    Dia sakit hati

    24 September 1977

    "KETIKA kami dalam kemelut dulu, kami punya rencana bunuh diri bertiga. Kamar sudah kami siram dengan bensin. Saya sudah siap dengan pistol dames. Tapi Arie tiba-tiba berkata: "Jangan mama, kita tidak boleh mati. Saya tidak mau mati, saya belum bisa membalas kebaikan mama. Arie belum membahagiakan mama." Ini cerita Suzanna, aktris termahal untuk Indonesia, kepada wartawan Benta Buana dalam perjalanan di mobil. Waktu itu mereka dari RS Pertamina ke rumah, setelah usaha untuk menolong nyawa Arie Adrianus Suprapto tidak berhasil. Arie, selesai dari SMP Pangudi Luhur, enggan melanjutkan sekolah. Bukan berarti menganggur total. Dia gemar kerja bengkel. Motornya Yamaha selalu di tanganinya sendiri. Juga mengisi acara 'Arena Remaja' di Radio Amigos.

    Bisa mencapai semester ke-V untuk kursus musik di LPKJ, dan ibunya bahkan berniat mengirimnya ke Amsterdam, Belanda, untuk belajar lebih dalam tentang musik. Kamis 8 September malam, Arie pergi ke rumah temannya wanita, Wiwiek. Kepada Wiwiek Arie memberikan sajaknya: "Seorang pemabuk berjalan dengan langkah gontai/Ia sedang dilanda duka/Tiada kata tiada sapa/Ia mati tak tersangka." Sekitar jam 01.30 malam yang sama, di depan rumahnya, Arie dikeroyok - orang pemuda. Teman Arie bisa selamat, tapi Arie ketusuk dari lambung hingga tenggorokan. Jam 0.04 pagi, dia meninggal. Arie banyak teman. Bergaul tanpa pandang kelas (bahkan tukang parkir, tukang rokok, turut melawatnya). Di rumahnya ada lapangan badminton, dan lapangan ini selalu ramai oleh teman-teman Arie. "Dia sakit hati kepada papanya," lanjut Suzanna. "Papanya sering datang menengok, tapi selalu berakhir dengan: 'Papa pulang disikyo,' dan inilah kalimat yang dibencinya." Keluarga Suzanna memang goyah ketika Dicky Suprapto (pacar Suzanna ketika remaja dan bertempat tinggal berdekatan di Magelang) tidak kembali lagi ke rumah mereka. Dicky, waktu itu 33 tahun, bertemu dengan Rahmawati Sukarno, waktu itu janda 24 tahun,di suatu klab malam. Kabarnya mereka terus saling jatuh cinta. Dicky kontan meninggalkan isterinya Suzanna dan kedua anaknya Arie dan Kiky.

    Dicky dan Rahmawati hidup bersama di rumah Rahmawati selama 4 bulan. Kemudian menikah secara Islam: seorang penghulu datang ke rumah Rahmawati di suatu sore jam 5, tanggal 27 Pebruari 1975. Dicky belum cerai secara resmi dengan Suzanna waktu itu. Kepada pers pernah terlontar ucapan Dicky: "Saya tidak pernah menikah sah dengan dia," maksudnya Suzanna. Dua keluarga Indo (Suzanna dan Dicky) dari Magelang ini dibesarkan dalam ajaran Katolik. Mereka juga menikah secara Katolik -- tidak mungkin cerai. Terutama Arie terpukul sekali. Sebentar dia jadi morfinis. Kemudian membentuk gang bernama 'Ereran,' yang untuk daerah Kebayoran terkenal sebagai tukang-tukang ngebut. Sesekali terlibat perkelahian, tanpa menggunakan senjata. "Bulan-bulan terakhir dia manis sekali," demikian sang ibu. "Malah sering keluar alemamlya." Juga sebelum jam 11.00 di malam yang naas itu: dia baru menstarter Yamahanya setelall jauh dari rumah. Ini bukan kebiasaannya.

    Ketika teman-temannya bertanya, Arie berkata: "Ah, nggak enak aja ama enyak." Dan secara bergurau: "Gua mau ngeledek polisi nih. Abis kacamata gua diambil." Arie, langsing dan berambut gondrong manis, memang mengenakan kacamata. Malam itu, ketika seorang pastor sembahyang terakhir kalinya, Arie terbaring dalam peti dengan dua buket anggrek. Mengenakan celana putih, hem putih dan sepatu karet putih. Di dadanya diletakkan sebuah kitab suci dan tangannya menggenggam seuntai rosario merah muda. Keesokan harinya, Arie dikuburkan di Bogor di pekuburan Batu Tulis. Banyak rekan-rekan artis melawat. Antara lain produser Turino Junaedi, Kris Pattikawa dan isterinya Rina Hasyim, Tina Melinda, Roy Marten alias Salam, Titiek Puspa yang berbusana kebaya renda siklam dengan bunga di kedua kuping. Dicky Suprapto yang tampak dalam posisi serba-salah dan bingung, turut mengantar Arie ke Bogor bersama Rahmawati yang tampak subur. Suzanna, dalam kesedihan yang parah, kelihatan mengendalikan diri. Rencananya, sebenarnya tanggal 10 bulan ini dia teken kontrak film lagi. "Hasil film itu," demikian Suzanna, "untuk menyenangkan kedua anak saya." Setelah Dicky lari pada Rahmawati, Suzanna memang boleh dikata hilang dari peredaran dunia film.

    Dia lebih senang di rumahnya yang kokoh dan besar itu, beryoga sampai 5 atau 6 kali sehari, mengayuh sepeda pagi-pagi sekali atau pergi ke tempat kakak perempuannya di Bogor. Di tahun 1971 Suzanna adalah aktris pertama yang mendapat honor paling tinggi. Waktu itu dia mendapat 1 juta rupiah untuk film Bernafas Dalam Lumpur. "Mama, benarkah Oom Farouk menempeleng mama?" tanya Arie yang waktu itu masih 10 tahun. "Benar. Cuma main-main," jawab sang ibu. "Dan mama buka baju?" "Benar, seperti yang Arie lihat sekarang," ujar Suzanna, tentang anaknya yang masih di bawah umur tapi mendengar segala macam reaksi penonton BDL. Dan kata Suzanna lagi: "Saya paling tidak bisa berbohong terhadap anak." Arie sekarang, 17 tahun, telah tiada.

  5. #5
    Tamu Royal
    Reputation
    spiderman's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    835
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    2123.1
    Level
    15
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    24.72%
    Weekly Activity
    3.02%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    10

    Suzzana 1950-1991

    Sorry, please register/login first to see this image


    SUZZANA HOROR MOVIE (New gendre Horor)

    Banyak filmmaker kita yang membuat film horor saat ini. Tetapi mereka bingung untuk gandre film horor yang akan mereka buat itu. Karena terlalu banyaknya film dalam bentuk DVD yang beredar, maka mereka memilih untuk membuat film horor yang lagi-lgi mengikuti korea-jepang-thailand. Sehingga semakin hilanglah budaya atau ciri khas film Indonesia sendiri.

    Sebenarnya mereka menginginkan hal itu adalah semata-mata biar tampak keren saja, biar tampak beda dengan film horor Indonesia yang pernah ada, oleh karena itu korea-jepang-Thailand adalah baik untuk diikuti, karena yah,...pasti beda dengan film horo indonesia yang pernah ada.

    Padahal ada film Horor Indonesia yang sudah memiliki ciri khas, dan juga sayang untuk di Tinggalkan. Banyak yang bilang hantu Indonesia jauh lebih serem dari pada Jepang-Korea-Thailand. Jawaban saya,...iya memang serem. Tapi apakah si pembuat filmnya sendiri mampu membuat film yang serem, dan berkwalitas.

    Permasalahannya bukan pada serem apa tidak, tetapi mampu apa tidak, percaya apa tidak bahwa hantu Indonesia jauh lebih serem dari pada hantu manca negara lainnya.???

    Sorry, please register/login first to see this image


    SUZZANA, adalah contoh film horor yang paling unik, dan belum pernah ada sebelumnya, walaupun dari negara manapun. Hantu Suzaana adalah semacam super herro. Mungkin ini imajinasi dari si pembuatnya saat itu. Karena hantu yang bisa melakukan hal apa saja yang di luar orang normal. Bahkan jauh lebih hebat dari pada superman, dia mampu tembus tembok, terbang dan lainya. Hantu suzzana super hero ini semacam membasmi kejahatan. Dari ceritanya yang ada penjahat merampok rumahnya, membunuh anak dan suaminya dan juga memperkosa suzzana dan juga membuang mayat suzzana, menjadi kan suzzana hantu yang siap menumpas kejahatan/ balas dendam. Hanya penjahat itu yang dia takuti, dan dia dendam dan inginkan mati. Bahkan dialoq hantu suzzana membawa kebajikan, contohnya beberapa adegan yang pemunculan hantu suzzana diantara orang yang melakukan kejahatan atau perusakan atau hal yang tidak baik. Contoh dukun bokir sangat sering dihadirka sebagai dukun penipu, kerapkali suzzana muncul untuk memberitahukan hal yang baik pada dukun bokir. Kalimat yang paling sering muncul adalah, "Jangan kau melakukan kejahatan, jangan kau merusak, jangan kau mencelakakan orang.".

    Sorry, please register/login first to see this image


    Bahkan dalam ceritannya, penjahat itu adalah penjahat yang paling sadis, istilahnya sindikat lah. Yang dimana polisi saja berusaha menumpasnya. Sering kali di akhir cerita ketika suzzana selesai membunuh para penjahat itu, polisi datang bersama kiayai. Karena hantu yang membunuh tidak tersentuh oleh hukum negara, maka polisi itu hanya mengurus penjahat yang ditumpas oleh suzzana, namun peran kiayai yang datang bersama polisi adalah bagian menyelesaikan persoalan suzzana agar ia bisa tenang di-alamnya itu., Kiayi inilah yang menyelesaikan hal tersebut.

    Sorry, please register/login first to see this image


    Jadi ini sangat menarik, dimana hantu menumpas kejahatan. Dan juga manfaat penonton yang didapat adalah, agar ketika melakukan kejahatan, bisa berfikir panjang. Kalau seandainya yang mereka bunuh itu nantinya menjadi tuntut balas dendam menjadi hantu bergentayangan. SEhingga diharapkan orang akan takut melakukan pembunuhan terhadap orang lain. Ini sangat menarik pesannya. Dan juga format hantu itu sendiri yang menjadi super herro.

    Film Perjanjian Dimalam Keramat adalah film terakhirnya. Suzanna setelah film terakhirnya pada tahun 1991 (Perjanjian di Malam Keramat), berhenti muncul dalam film Indonesia. Saat itu ia dikenal sebagai ratu film horor. Hanya sedikit penonton film yang tahu bahwa Suzanna adalah aktor yang cukup banyak menerima penghargaan dalam berbagai peran yang tak tanggung-tanggung ragamnya.

    Pada awal karirnya sebagai aktor, Suzanna menerima penghargaan sebagai aktris cilik terbaik dalam film Asrama Dara (1958). Penghargaan ini tidak hanya ia terima dari Festival Film Indonesia 1960, tapi juga dari Festival Film Asia pada tahun yang sama. Dalam film drama seperti Asrama Dara yang disutradari Usmar Ismail, ia membawakan peran Ina, gadis remaja yang menghadapi perpisahan ayah dan ibunya. Sejauh penelusuran saya, ia adalah aktor anak pertama dari Indonesia yang pernah memenangkan penghargaan nasional dan internasional sekaligus melalui film yang sama.

    Melalui Bernafas dalam Lumpur (1970) arahan sutradara Turino Djunaidy ia menerima penghargaan Runner Up I aktris terbaik versi Persatuan Wartawan Indonesia (1970-1971). Dalam film ini ia berperan sebagai perempuan desa yang berangkat ke kota dan terjebak kehidupan keras di kota. Film ini sempat dilarang diputar oleh Kodim Bandung karena penggunaan kata-kata kasar di dalamnya. Melalui film ini citra Suzanna berubah seiring pertambahan usianya, dari aktris cilik ia menjadi salah satu simbol erotisme perempuan dalam film Indonesia.

    Meskipun sudah bermain dalam film horor sejak tahun 1971, karir Suzanna sebagai bintang cerita hantu baru dikukuhkan pada tahun 1980-an. Kisah-kisah seram yang dimainkannya, seperti yang diingatkan seorang kawan kepada saya, selalu saja punya basis legenda lokal. Karenanya peran apapun yang dibawakan Suzanna, baik sebagai Ratu Kidul, Calon Arang maupun Nyai Blorong – dengan mudah meresap ke dalam ingatan penonton sebagai hantu perempuan yang selalu meremangkan bulu kuduk. Untuk perannya dalam Ratu Ilmu Hitam (1981), Suzanna menjadi salah satu Unggulan FFI 1982 untuk pemeran utama wanita.

    Menjelang kembalinya Suzanna ke dunia film Indonesia, ada baiknya kita tinjau lagi karir aktris ini. Ia barangkali satu di antara sedikit sekali aktris Indonesia yang mampu menguasai ingatan penonton dengan peran apapun dan citra apapun yang ia tampilkan.

  6. #6
    Tamu Royal
    Reputation
    spiderman's Avatar
    Join Date
    Jun 2010
    Posts
    835
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    2123.1
    Level
    15
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    24.72%
    Weekly Activity
    3.02%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    10

    Filmografi

    Sorry, please register/login first to see this image


    PENANGGALAN 1967 TULSI RAMSAY
    Actor
    PUSAKA PENYEBAR MAUT 1990 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    SUNDEL BOLONG 1981 SISWORO GAUTAMA
    Actor
    SAMSON DAN DELILAH 1987 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    BERNAFAS DALAM LUMPUR 1970 TURINO DJUNAIDY
    Actor
    PETUALANGAN CINA NYI BLORONG 1986 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    SANTET 1988 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    PERKAWINAN NYI BLORONG 1983 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    ANTARA TIMUR DAN BARAT 1963 TURINO DJUNAIDY
    Actor
    BANGUNNYA NYI LORO KIDUL 1985 SISWORO GAUTAMA
    Actor
    SANGKURIANG 1982 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    LEMBAH DUKA 1981 JOPI BURNAMA
    Actor
    SUZIE 1966 LILIK SUDJIO
    Actor
    RATU SAKTI CALON ARANG 1985 SISWORO GAUTAMA
    Actor
    PULAU CINTA 1978 ALI SHAHAB
    Actor
    MIRA 1961 M. SHARIEFFUDIN A
    Actor
    BERTAMASJA 1959 DJOKO LELONO
    Actor
    AIR MATA KEKASIH 1971 LILIK SUDJIO
    Actor
    PERMAINAN BULAN DESEMBER 1980 NICO PELAMONIA
    Actor
    TUAN TANAH KEDAWUNG 1970 LILIK SUDJIO
    Actor
    PERJANJIAN DI MALAM KERAMAT 1991 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    RATAPAN DAN RINTIHAN 1974 SANDY SUWARDI HASSAN
    Actor
    WANITA HARIMAU 1989 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    SEGENGGAM TANAH PERBATASAN 1965 DJAMAL HARPUTRA
    Actor
    NAPSU GILA 1973 ALI SHAHAB
    Actor
    BERANAK DALAM KUBUR 1971 AWALUDIN
    Actor
    RATU ILMU HITAM 1981 LILIK SUDJIO
    Actor
    RATU BUAYA PUTIH 1988 TJUT DJALIL
    Actor
    AKU HANJA BAYANGAN 1963 PITRAJAYA BURNAMA
    Actor
    MALAM JUMAT KLIWON 1986 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    TITISAN DEWI ULAR 1990 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    DIA SANG PENAKLUK 1984 IMAM TANTOWI
    Actor
    MALAM SATU SURO 1988 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    BUMI MAKIN PANAS 1973 ALI SHAHAB
    Actor
    TELAGA ANGKER 1984 SISWORO GAUTAMA
    Actor
    NYI AGENG RATU PEMIKAT 1983 SISWORO GAUTAMA
    Actor
    NYI BLORONG 1982 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    USIA DALAM GEJOLAK 1984 SISWORO GAUTAMA PUTRA
    Actor
    ASRAMA DARA 1958 USMAR ISMAIL
    Actor
    LONG MARCH, THE 1950 USMAR ISMAIL
    Actor
    AJIAN RATU LAUT KIDUL 1991 SISWORO GAUTAMA PUTRA



    poster film suzana


    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image




    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image




    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image




    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image




    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image






    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image






    poster film suzana

    Sorry, please register/login first to see this image


    Sorry, please register/login first to see this image


    Sorry, please register/login first to see this image





+ Reply to Thread

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Similar Threads

  1. Nostalgia Film Indonesia Jadoel...
    By Pink Portrait in forum FILM
    Replies: 3
    Last Post: 06-10-2010, 19:16
  2. Replies: 28
    Last Post: 26-08-2010, 03:12
  3. Justin Bieber Main Film
    By rss in forum LINTASCAFE PORTAL
    Replies: 0
    Last Post: 15-07-2010, 12:27
  4. SPG Djarum Indonesia Open di Grand Indonesia
    By STAIRWAYtoHEAVEN in forum Profesi : Model & SPG
    Replies: 1
    Last Post: 12-06-2010, 23:27
  5. Info film
    By Xavier Xavieruz in forum FILM
    Replies: 6
    Last Post: 02-06-2010, 08:16

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts