Berdasarkan pengalaman, memakai social media/network memang bermanfaat bagi para pelaku bisnis yang media pemasarannya sebagian besar melalui internet.
Namun, bagi pelanggan, social media ini seringkali diabuse sebagai tempat pemesanan. Bagi situs yang sudah mempunya metode pemesanan sendiri dalam website-nya, maka tipe pengguna social media seperti ini gw namakan tipe pemalas atau tipe newbie, yaitu tipe pengguna yang malas mencari info dan maunya dilayani, atau tipe pengguna yang (parahnya) belum tahu bahwa account social media tersebut memiliki website sendiri.
Jadi solusinya untuk pengusaha?
Gampang. Cuekin aja mereka dan jawab dengan jawaban standar bahwa info terbaru ada di website atau pemesanan harus melalui website. Terkesan belagu emang. Tapi ini adalah bagian dari pendidikan bagi sebagian masyarakat bahwa bila ada entity usaha mempunyai account di social media BUKAN berarti mereka TIDAK ADA WEBSITE-nya.
Edukasi seperti ini paling efektif dan ampuh ketimbang melayani pertanyaan melalui social media. Apalagi untuk pertanyaan yang jawabannya sudah jelas tercantum di website.
Bila pelanggan bertanya tentang sesuatu yang baru dan belum ada di website, barulah social media dapat dimanfaatkan secara penuh, dan terus terang, lebih enak ketimbang harus melayani pertanyaan lewat telpon atau SMS.
Ada rekan pengusaha lain yang punya pengalaman soal social media?







Reply With Quote




Bookmarks