1. Lagu Kidung Lingsir Wengi yang Fenomenal
Liriknya seperti ini :Lingsir wengi sliramu tumeking sirno…Dalam Bahasa Indonesia :
Ojo tangi nggonmu guling…
Awas jo ngetoro…
Aku lagi bang wingo wingo…
Jin setan kang tak utusi…
Dadyo sebarang
Wojo lelayu sebet…Menjelang malam, dirimu akan lenyap…Bagaimana kelihatannya? cukup menyeramkan bukan liriknya? saya mengetahui lagu ini ketika saya sedang mendengarkan sebuah acara misteri di sebuah radio swasta. ketika lagu ini diputarkan, sontak bulu kuduk saya merinding. liriknya saja cukup menyeramkan apalagi lagunya? walaupun sebetulnya ini adalah lagu plesetan, namun efek placebo dari orang kebanyakan justru malah menjadi misteri sendiri. Bagaimana sebuah lagu plesetan (lagu aslinya diciptakan oleh sunan kalijaga) ternyata dapat memberikan animo yang nyata bahwa lagu ini memang dapat mengundang makhluk halus. ingin mencoba? KLIK LAGU LINGSIR WENGI
Jangan bangun dari tempat tidurmu…
Awas jangan menampakkan diri…
Aku sedang dalam kemarahan besar…
Jin dan setan yang kuperintah…
Menjadi perantara…
Untuk mencabut nyawamu…
2. Siapakah Sarinah Sebenarnya?
Mengenai perannya dalam hidup Sukarno, setidaknya menurut John D. Legge, ada tiga perempuan yang paling berpengaruh dalam periodisasi hidup Sukarno salah satunya Sarinah. Sukarno mengakui sendiri bahwa Sarinah sebagai pengasuhnya ketika masih kanak-kanak meski kemudian siapa sebenarnya. Sarinah juga disebut-sebut sebagai kunci dari figur seorang sukarno. Berikut adalah Sarinah yang ditulis dalam bukunnya Sukarno yang berjudul Penyambung Lidah Rakyat Indonesia” Sarinah adalah bagian dari rumah-tangga kami. Tidak kawin. Bagi kami dia seorang anggota keluarga kami. Dia tidur dengan kami, tinggal dengan kami, memakan apa yang kami makan, akan tetapi ia tidak mendapat gaji sepeser pun. Dialah yang mengajarku untuk mengenal cinta-kasih. Aku tidak menyinggung pengertian jasmaniahnya bila aku menyebut itu. Sarinah mengajarku untuk mencintai rakyat. Massa rakyat, rakyat jelata. Selagi ia memasak di gubuk kecil dekat rumah, aku duduk di sampingnya dan kemudian ia berpidato, ” Karno pertama engkau harus mencintai ibumu. Akan tetapi kemudian kau harus mencintai pula rakyat jelata. Engkau harus mencintai manusia umumnya.” Sarinah adalah nama yang biasa. Akan tetapi Sarinah yang ini bukanlah wanita yang biasa. Ia adalah satu kekuasaan yang paling besar dalam hidupku. “Dalam sebuah buku berjudul sarinah dengan sub judul “Kewajiban Wanita Dalam Perdjuangan Indonesia” Sukarno menjelaskan:“Saya namakan Sarinah, sebagai tanda terima kasih. Ketika masih kanak-kanak, pengasuh saya bernama Sarinah. Ia mbok saya. Ia membantu Ibu saya, dan dari dia saya telah menerima rasa cinta dan rasa kasih. Dari dia saya menerima pelajaran untuk mencintai orang kecil. Dia sendiri orang kecil, tetapi budinya besar. Semoga Tuhan membalas kebaikannya.”Munculnya nama Sarinah mulai dari judul buku, toserba hingga judul lukisan wanita berkebaya membuat sosok sarinah manjadi sangat misterius. Hingga saat ini masih belum jelas siapakah sosok Sarinah yang terlihat begitu penting bagi seorang Soekarno. Sipakah Sarinah, hingga kini tetaplah menjadi misteri.





Reply With Quote






Bookmarks