Sorry, please register/login first to see this image
Nunchaku, beladiri atau seni ?
LintasCafe - Indah, mempesona, dan terampil. Itulah kesan pertama saat melihat para anak muda memainkan alat beladiri nunchaku atau double stick. Sejak digunakan oleh aktor legendaris Bruce Lee dalam setiap filmnya, senjata yang biasa disebut ruyung ini mulai digemari dan dipelajari berbagai komunitas beladiri di seluruh dunia.
Indonesian Nunchaku Club adalah salah satu komunitas pencinta ruyung atau doublestick di Indonesia, terdapat sampai dengan berita ini diturunkan telah merambah beberapa kota besar seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dll. Di tangan anggota INC, sepasang tongkat yang dihubungkan dengan tali atau rantai ini berubah menjadi alat permainan yang mengasyikkan. Kesan tersebut jauh dari citra double stick sebagai senjata berbahaya yang memiliki daya hancur yang sangat kuat.
Tentu saja untuk menguasai beberapa gerakan indah, para anggota INC selalu rajin berlatih. Belakangan, penggemar double stick mulai merambah kalangan pelajar dan pengusaha.
Sorry, please register/login first to see this image
INC Kidz
Sejarah Nunchaku
Pada awal tujuh puluhan dunia perfilman maupun dunia MA dihebohkan oleh kahadiran seorang seniman MA yang bernama Lie Sao Lung atau lebih populer disebut Bruce lee. Saat itu Bruce seakan membawa sesuatu yang baru terutama tehnik beladiri yang disebut tinju China atau kungfu.
Sorry, please register/login first to see this image
INC @ Gold Gym 16 May 2009
Selain menggenalkan kungfu, Bruce juga memperkenalkan sebuah senjata yang cukup unik yang berupa dua bilah kayu yang dihubungkan dengan rantai yang disebut double stick atau nunchaku. Saat itu para penonton film benar benar terpesona dengan permainan nunchaku yang dilakukan oleh Bruce.
Sontak saja nunchaku menjadi populer dimana mana. Orang orang pun mulai membuat sendiri senjata ini dan mencoba memainkannya. Di Indonesia pun tidak luput dari imbas Nunchaku. Bahkan ada industri yang membuat jenis senjata ini dengan bahan baku kayu kelapa yang dihubungkan dengan rantai. senjata ini di Indonesia dikenal dengan istilah RUYUNG.
Jika menilik lebih mundur lagi, nunchaku sebenarnya sudah dikenal jauh sebelum Bruce lee memopulerkannya. Dari beberapa sumber sejarah disebutkan Nunchaku sebenarnya adalah alat untuk menumbuk padi pada masyarakat petani yang tinggal di kepulauan Ryu Kyu atau yang sekarang disebut Okinawa. Saat itu golongan petani sama sekali tak diijinkan memiliki pedang untuk membeladiri. Namun terdesak oleh kebutuhan untuk mempertahankan diri dari perampok, pencuri, atau orang jahat, para petani ini kemudian menggembangkan alat penumbuk padi menjadi sebuah senjata.
Awalnya alat penumbuk padi tersebut bentuknya tidak seperti nunchaku sekarang, namun masing masing bilah batangnya lebih panjang sekitar 70 cm.
Dalam perkembangannya batang tersebut menjadi pendek agar lebih mudah menyimpan atau menyembunyikannya.
Sorry, please register/login first to see this image
Nunchaku (Doublestick)
Tentang asal nunchaku itu sendiri sempat juga timbul perbedaan pendapat. Alat untuk menumbuk padi seperti nunchaku ini sebenarnya juga ada di China. Jadi petani di kepulauan Ryu Kyu mendapat alat penumbuk padi tersebut dari daratan China. Tapi alat penumbuk padi dari daratan china sedikit berbeda dibanding alat penumbuk padi yang ada di Kep. Ryu Kyu. Alat penumbuk padi dari Cina memiliki batang yang tidak sama panjang. Satu bilah panjangnya lebih kurang 40 cm sedangkan yang satu bilah lagi panjangnya sekitar 170 cm.
Ada dugaan, karena dinilai kurang nyaman, petani di kep. Ryu Kyu pun memodifikasinya sehingga kedua batang bilah sama sama panjang.
Setelah fungsi sebagai alat penumbuk padi berubah menjadi senjata, tehnik permainan nunchaku sebagai senjata pun menyebar ke berbagai kawasan, termasuk kawasan Asia tenggara. Di kawasan asia tenggara, khususnya di Philipina, nunchaku kemudian dikenal dengan istilah TABAK TOYOK. Salah satu yang menguasai dan memopulerkan Tabak toyok adalah Dan Inosanto, seorang artis MA khas Philipina, Kali. Dari Dan Inosanto inilah Bruce lee belajar bermain nunchaku, memainkannya dalam setiap filmnya, dan kemudian menjadi populer di seluruh penjuru dunia.
kepopuleran nunchaku yang memiliki daya hancur kuat, membuat nunchaku dianggap sebagai alternatif senjata yang cukup mematikan. Terlebih bentuknya yang relatif simpel dan kecil sehingga mudah untuk disembunyikan, membuat senjata ini dinilai sebagai senjata favorit dan cukup berbahaya. Tidak sedikit para kriminal yang menjadikan nunchaku sebagai senjata pilihannya, disamping pisau atau pistol. Karena dinilai cukup berbahaya, dibeberapa negara nunchaku dianggap sebagai senjata ilegal, seperti misalnya di Canada, Singapura, atau beberapa negara bagian Amerika Serikat. Dengan larangan ini nunchaku menjadi satu satunya senjata tumpul masuk kategori senjata berbahaya.
Sorry, please register/login first to see this image
INC Jakarta
Meski dibeberapa negara nuchaku dianggap senjata ilegal, minat terhadap nunchaku tidak surut. Bahkan banyak anak muda yang bukan penggemar beladiri, menjadikannya nunchaku sebagai barang mainan. Untuk menghindari dari jeratan hukum, mereka membuat nunchaku dari bahan bahan yang tidak berbahaya seperti dari plastik, atau pipa pralon. Mereka juga menggembangkan berbagai tehnik bermain nunchaku. Tehnik ini kemudian di sebut Free style nunchaku. Pada tehnik ini yang lebih menonjol bukan tehnik untuk beladiri, namun lebih pada keindahan dan ketrampilan memainkan nunchaku. Maka kemudian lahirlah tehnik tehnik free style seperti wrist spin, back roll, front roll, tornado, huricane, dll. Dalam perkembangannya kemudian tehnik free style ini justru banyak dipelajari juga oleh para ahli beladiri yang mempelajari nunchaku.
sumber :Sorry, please register/login first to see this link
Sorry, please register/login first to see this image
Sorry, please register/login first to see this image
Bookmarks