JADI ANAK BAIK yg GAGAL
Jakarta, 23 Agustus 2010.
a.BOCAH KECIL.
Waktu kecil saya sedikit ingat kehidupan saya. Sebagai anak kecil pasti orangtua saya menginginkan saya sebagai anak yang jadi kebanggan mereka, akan tetapi, selalu buat onar baik di rumah maupun sama tetangga.
Mamie saya pernah cerita, saya pernah hilang di pasar (pasar lontar),dari pagi sampai sore baru ditemukan oleh tetangga kami dipinggir jalan saat saya menangis kelaparan.
Mau tau cerita lengkapnya? Begini, setelah saya tahu dilahirkan kedunia, saya mencoba untuk pindah ke orangtua lainnya, saya cari ibu-ibu yang tampangnya cantik, orang kaya, dan dompetnya tebel. Saya temukan satu waktu itu, saya pegang ujung bajunya terus saya ikuti orang tersebut sampai rumahnya yang besar, akhirnya saya dimarahi olehnya, saya diusir, saya dicampakkan.
Dia bilang siapa kamu? Huusst..pergi sana, jangan ikut saya, saya tidak kenal kamu, bikin susah saya nanti di rumah majikan saya".
Ternyata, saya salah alamat, salah orang, tanpa malu saya bilang " kalau begitu saya ikut majikan ibu saja, buat apa saya ikut pembantu.", hasilnya, dia melototi saya. Terpaksa saya pergi, sambil memikirkan pembantu secantik dan semuda itu majikannya tidak takut nantinya terjadi perselingkuhan.
Dengan pikiran yang bingung, saya coba untuk berjalan lagi mencari orang yang mau adopsi saya. Hasilnya nihil, malahan saya kelaparan dan endingnya bisa ditebakkan?
b.SEKOLAH DASAR
Buat saya sekolah adalah yang menjengkelkan, sudah harus bangun pagi, perjalanan yang jauh, harus berfikir, ditambah lagi harus keluar uang untuk biaya sekolah, betulkan?
Saya ingat kejadian waktu saya kelas 6, saat itu saya tidak buat PR (Pekerjaan Rumah), saya dipaksa guru saya untuk mengerjakannya di ruang kelas adik saya yang kelas 3 (kebetulan kami sekeluarga- 4 orang-satu sekolahan di STRADA TKM 1). Dan ternyata saya bertemu di taman sekolah dengan adik saya (perempuan) yang kelas 4 dan juga disuruh keluar karena tidak bisa mengerjakan tugas matematika di kelas. Tak lama kemudian adik saya (lelaki) yang kelas 3 menyusul, karena tidak mengerjakan tugas kerajinan tangan, Terakhir bisa ditebak bukan, adik saya (perampuan) yang kelas 1 keluar juga karena pipis di kelas.
Hebat bukan? Kami satu keluarga bersekolah di taman.
Terimakasih atas jasa para guru kami yang mempertemukan kami di taman.
c. SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Saya sempat mengalami pindah sekolah karena kenakalan masa remaja saya, tetapi bukan karena NARKOBA.
Sekolah yang pertama, saya dipindahtangankan kedaerah asal mamie saya, Ponorogo.
Disini saya banyak dibohongi teman-teman sekolah, karena saya tidak bisa bahasa jawa. Hasilnya saya sering berkata yang kotor kepada para guru saya waktu itu.
Ada kejadian yang menyebalkan waktu itu, saya sakit namun saya tetap masuk sekolah karena tidak mau kena masalah dengan guru killer. tapi akhirnya saya tidak kuat melanjutkan pelajaran hingga usai. Saya mendapat ijin pulang, sebelum pulang salah satu teman saya pesan untuk mampir kepasar (pasar sawoo) untuk membeli jamu EsHa cap Jago, tanpa ragu saya benar-benar membelinya dan langsung saya minum ditempat, walaupun sang pemilik kios jamu heran.
Setelah itu? Saya tidak bisa istirahat dengan tenang, badan meriang, kepala pusing, dan (maaf) kemaluan saya tegang sampai 1 minggu.
Diakhir masa sekolah saya tidak mau menyelesaikannya karena saya ingin bersekolah dijakarta, namun orangtua tidak mengijinkan karena masalah finansial, agar keinginan saya terkabul maka saya tidak masuk sekolah saat semester akhir.
Dan berhasil !
Sekolah yang kedua, saya mengulang kelas di jakarta. Di sekolah ini saya sudah mengenal kenakalan remaja, karena semua teman saya baik yang lelaki maupun perempuan semuanya luar biasa.Dan pada saat itu saya jadi idola teman-teman perempuan saya karena saya manis menggemaskan.
Pengalaman pertama saya mengenal perempuan adalah saat saya berteman akrab dengan Budi Ipoenk, waktu itu kami hanya iseng untuk nonton di bioskop (Bioskop Sinar), namun saat mengantri tiket masuk ada seorang wanita kenalan Budi yang diajak ikut serta, jadilah kami nonton bertiga.
Saya duduk di bangku sebelah kiri wanita itu, dan Budi duduk disebelah kanannya. Saat film diputar saya baru tahu kalau film itu sedikit vulgar karena film produksi indonesia.
Tiba-tiba saya dikejutkan oleh sikap siwanita itu yang memegang tangan saya, meremas tangan saya dengan lembut, tak lama kemudian tangan saya dibimbingnya kearah dalam kaosnya dimana(maaf) buah dadanya (kiri) yang ternyata memang tidak menggunakan penyangga. Tanpa berani menolehkan wajah saya pun salah tingkah tidak tahu harus berbuat apa, tapi wanita itu yang melakukan sendiri dengan bantuan tangan saya, lama kemudian saya mencoba bereksperimen sendiri, dan ternyata apa yang saya lakukan benar, terbukti dengan wanita itu melepaskan tangannya sendiri.
Saya mencoba untuk berpindah kesebelah kanannya, ternyata saya merasakan tangan lain, saya mencoba melepaskan tangan itu agar saya bisa leluasa. Tidak berapa lama, tangan saya terasa ada yang menyentil keras. Begitu saya menoleh? Ternyata adalah kelakuan teman saya si Budi Ipoenk.
Matanya melotot, sayapun keluar bioskop, dengan wajah yang panas, pergi cari udara segar!!!
d.SEKOLAH MENENGAH ATAS
Di masa ini adalah masa yang menyenangkan untuk saya, penuh hura-hura, selalu senang, banyak kekasih, tidak pernah belajar, sering bolos main billyard, dan tawuran.
Uang jajan saya selalu saya kumpulkan untuk pergi dengan kekasih dimalam minggu. Dengan cara, selalu menumpang teman-teman yang memiliki kendaraan, atau menumpang anak sekolah (perempuan)yang membawa kendaraan sendiri.
Sex adalah hal yang menyenangkan dan membuat penasaran di usia muda, teman dikelas selalu serius bila mata pelajaran Biologi.
Setelah pelajaran usai, ada salah satu teman saya yang di ajari (maaf) onani oleh teman lainnya di pojokan kelas. Sayapun ikut berkumpul ikut mendengarkan agar tidak disebut Kuper
(kurang pergaulan).
Saat itu saya diam-diam menyimak, bagaimana menggunakan tangan, bagaimana menggunakan sabun mandi, bagaimana menggunakan minyak pelicin, dan sebaginya. Semua penuh canda dan tawa.
Sampai dirumah, menjelang sore waktu mandi, dikamar mandi saya teringat obrolan dikelas, di dlam kamar mandi saya mencoba (maaf) onani sendiri dengan sabun mandi.
Hasilnya? Saya tidak lulus, 1 minggu tidak masuk sekolah karena saya merasakan sakit dibagian (maaf) kemaluan saya selama 1 bulan, dan saya tidak berani memberitahukan kepada orangtua saya, apalagi teman di kelas.
Sampai setua ini saya tidak pernah lakukan lagi![]()






Reply With Quote



sapa tw TS nya teringat kembali dengan postingan cerita ini... shg di update

Bookmarks