+ Reply to Thread
Results 1 to 3 of 3

Thread: Kesalehan Sosial Bangkrut

  1. #1
    Administrator Reputation tupique's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    between the sheets
    Posts
    545
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    1512.5
    Level
    13
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    13.84%
    Weekly Activity
    2.33%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    50

    Kesalehan Sosial Bangkrut

    oleh ST SULARTO, Kompas 10 Agustus 2010

    Menyaksikan praksis kehidupan bernegara dan berbangsa Indonesia akhir-akhir ini, potensi kemungkinan Indonesia menjadi "negara gagal" semakin besar. Mengacu pada pernyataan Francis Fukuyama, ancaman terbesar abad ke-21 adalah "negara gagal", ditandai antara lain kemiskinan, pengangguran, konflik antarkelompok, dan merebaknya aksi teror.

    Untuk kasus aktual Indonesia, pernyataan Fukuyama lima tahun lewat itu terlihat dalam kasus-kasus pembiaran rakyat menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang membelitnya, seperti kenaikan tarif listrik, kemiskinan, gas meledak, perilaku koruptif, dan tereduksinya keluhuran politik jadi sekedar politik praktis berdurasi pendek, kerdil, dan bernuansa sempit.

    Kekerasan yang merebak dalam berbagai bentuk terjadi semakin sporadis dengan tingkat semakin masif, dari yang fisik hingga simbolis, mengindikasikan berkembang suburnya sisi kekerdilan manusia; cara berpikir dan bertindak atas nama ideologi agama, tapi sebenarnya membenarkan doktrin sempit agama: menegaskan entakan Fukuyama semakin mengancam. Meskipun kita boleh menghibur diri, potensi "negara gagal" perlu dihadapi, tidak dengan menafikan, tetapi meletakkannya sebagai kemungkinan yang menantang untuk kritis dan mencegahnya.

    Itu karena yang kita hadapi tidak hanya krisis identitas, tapi juga krisis intelektual dan hati nurani (ahlak dan moral) yang mencerminkin krisis karakter bangsa (Soemarno Soemarsono, Karakter Mengantar Bangsa dari Gelap Menuju Terang, PT Elex Komputindo, 2009). Karena pembangunan karakter diabaikan, kondisi bangsa Indonesia sekarang ibarat "gunung es", kelihatan gagah perkasa, tapi jiwa atau fondasinya rapuh.

    Kondisi Indonesia saat ini, menurut Soemarno, serupa yang dikhawatirkan Mahatma Gandhi tentang tujuh dosa yang mematikan. Meliputi: berkembangnya nilai dan perilaku budaya kekayaan tanpa bekerja, kekayaan tanpa nurani, pengetahuan tanpa karakter, bisnis tanpa moralitas, ilmu pengetahuan tanpa kemanusiaan, agama tanpa pengorbanan.
    Last edited by tupique; 10-08-2010 at 08:31. Reason: benerin judule

  2. #2
    Administrator Reputation tupique's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    between the sheets
    Posts
    545
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    1512.5
    Level
    13
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    13.84%
    Weekly Activity
    2.33%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    50

    Kesalehan Sosial Bangkrut (part 2)

    Aktualisasi Pancasila

    Memungut Pancasila sebagai referensi kekayaan peradaban, warisan bapak bangsa, dan menempatkannya sebagai antisipasi kecenderungan ke "negara gagal", ibarat berseru di padang pasir. Padahal kondisi dalam menemukan kekayaan budaya Indonesia-bagian dari obsesi Mengenal Tanah Air dan Merajut Nusantara-seruan itu aktual untuk mencegah pelapukan saat ini, yang diakibatkan ketidakmampuan kita memanfaatkan arus globalisasi dan neoliberalisme, kegagapan menghadapi perkembangan dunia yang serba cepat.

    Repotnya, warisan luhur yang dipuji berbagai tokoh dunia itu, karena kesalahan praktek pemerintahan Orde Baru yang menjadikannya mesin indoktrinasi politik, Pancasila dianggap sudah apak-basi. Kelima sila dengan inti dasarnya kemanusiaan (N Drijarkara, Karya Lengkap Drijarkara, Kanisius, 2006) mengerucut pada sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, itu dianggap tidak relevan. Tidak hanya dihayati, dihafalkan anak sekolah pun tidak, apalagi dipraktekkan dalam praksis kehidupan bernegara dan berbangsa. Go to hell Pancasila!

    Padahal, kelima sila Pancasila merupakan rumusan nilai-nilai dan cita-cita yang hidup dalam masyarakat, rumusan konteks obsesi bersama membentuk negara kesatuan, yang dipercayai dan perlu terus diperjuangkan.

    Menyangkut bentuk negara, berdasarkan agama atau nasionalisme, terjadi perdebatan panjang sebelum akhirnya ditemukan kesepakatan, antara lain mengerucut dalam kelima sila Pancasila. Karena itu anjuran aktualisasi dan revitalisasi merupakan keharusan, yang ditempatkan tidak hanya dalam mewujudkan kelima sila Pancasila - terutama dalam konteks ini sila pertama - tetapi lebih jauh lagi dalam kaitan hubungan agama dan negara.

    Munculnya perda-perda syariah bermasalah menyangkut praktis keberagaman, merebaknya partai-partai politik berdasarkan agama, menunjukkan belum selesai tuntasnya hubungan agama dan negara, yang menyangkut dua hal pokok: pertama hubungan negara dan agama dan kedua, implementasi prinsip negara berketuhanan dan konstitusi.

    Padahal, sejak awal sudah disadari realitas kemajemukan sebagai berkah. Kemajemukan itu disyukuri, dikembangkan, dan ditempatkan sebagai batu sendi dasar ideologi bernegara. Keberagaman tidak bersifat hirarkis, melainkan egaliter, karena itu berimplikasi pada nilai etis toleransi.

    Dalam pemaknaan keberagaman-pluralisme-multikulturalisme sebagai toleransi dan kerukunan hidup beragama terbentang tarik ulur. Ketika kita menerima sejumlah agama resmi, berarti eksistensi agama itu diakui sebagai kompetitor yang sah dalam menyebarkan dan menjalankan agama masing-masing. Sudah dengan sendirinya terjadi gesekan di antara agama yang satu dengan yang lainnya, tetapi juga dalam agama-agama itu sendiri. Fanatisme tidak dibenarkan dalam agama apapun, apalagi kalau keberagaman diwujudkan dengan cara-cara ekstrem yang menempatkan agama sendiri sebagai kebenaran mutlak satu-satunya. Kebenaran atas keyakinan sendiri dibenarkan sejauh tidak dipaksakan pada pemeluk agama lain.

  3. #3
    Administrator Reputation tupique's Avatar
    Join Date
    May 2010
    Location
    between the sheets
    Posts
    545
    Post Thanks / Like
    vBActivity - Stats
    Points
    1512.5
    Level
    13
    vBActivity - Bars
    Lv. Percent
    13.84%
    Weekly Activity
    2.33%
    Achievements 500 Posts! 200 Posts!
    Rep Power
    50

    Kesalehan Sosial Bangkrut (part 3-habis)

    Dimensi Horizontal

    Dimensi moral yang disebut sebagai kesalehan sosial bermakna memiliki kepedulian berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, sekaligus meninggikan martabat kemanusiaan. Kesalehan sosial merupakan amunisi kritik sosial. Agamapun seperti dikembangkan Peter L Berger, etika protestanisme, dalam agama Islam di Indonesia seperti dirintis KH Ahmad Dahlan lewat Muhammadiyah seabad lalu, merupakan terobosan keberagaman tidak terhenti pada kesalehan ritual, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial kemasyarakatan.

    Dalam praktik kehidupan berbangsa-bernegara saat ini, kesalehan berhenti di tingkat ritual, tidak dalam praksis pemerintahan.

    Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa, kerucut dari keempat sila lainnya, tidak selesai dihafalkan, tidak selesai sebagai doktrin kekuasaan, tetapi perlu terus dikembangkan sesuai dengan tuntutan jaman. Sementara di saat ini, kalau di tingkat ideologis perlu diselesaikan masalah hubungan agama dan negara, di tingkat tataran praktis perlu dicegah bangkrutnya kesalehan sosial. Dengan itulah kita mencegah kemungkinan terjadinya "negara gagal" Francis Fukuyama, tidak dalam arti "gagal" secara hukum formal politis, tetapi dalam arti mandulnya eksistensi negara.

    Wujudnya, ketentuan-perundangan tidak dipakai sebagai alat dan pedoman melaksanakan tindakan, sebaliknya pada kasus-kasus perda syariah yang dibuat beberapa pemerintah daerah mencerminkan betapa peraturan dibuat tidak berdasarkan kepentingan atas landasan kepentingan umum, melainkan pemahaman keberagaman yang sempit.

    Yang dilalaikan adalah realitas pluralisme Indonesia sebagai berkah dan kekayaan yang harus ditempatkan sebagai batu sendi, sementara begitu realitas ini ditinggalkan, berarti negara membiarkan kebebasan beragama dan beribadah terancam.

    Mencegah bangkrutnya kesalehan sosial di tingkat masyarakat aktual berarti menjadikan penegakan hukum sebagai aturan main dan sembuhnya elit politik berakal-akalan atas nama rakyat. Hadirnya fungsi pemerintah yang eksekutif dan tidak gamang dalam keberpihakan demi kepentingan bersama dan keharmonisan hidup keberagamaan dalam masyarakat majemuk, kita menatap masa depan Indonesia merdeka tanpa direcoki kekhawatiran menuju "negara gagal"!

  4. Like baresi 06 liked this post.
+ Reply to Thread

Thread Information

Users Browsing this Thread

There are currently 1 users browsing this thread. (0 members and 1 guests)

     

Similar Threads

  1. Replies: 8
    Last Post: 06-10-2010, 12:14
  2. Gay dan Lesbian Penuhi Jejaring Sosial
    By baresi 06 in forum Facebook & Jejaring Sosial lain
    Replies: 0
    Last Post: 15-07-2010, 08:17
  3. Trip Koboy Kantong Mahasiswa Part 3 Pulau Pramuka
    By heddon in forum Rencana Mancing
    Replies: 49
    Last Post: 18-06-2010, 22:30
  4. Trip Koboy Kantong Mahasiswa Part 2 P Onrust
    By eMBe in forum Rencana Mancing
    Replies: 71
    Last Post: 14-06-2010, 15:14
  5. Laporan Perjalanan Trip Koboy Kantong Mahasiswa Part 2
    By heddon in forum Laporan Hasil Mancing
    Replies: 37
    Last Post: 10-06-2010, 11:50

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts