Bagi anda yang hobinya nonton filem Be eP, ternyata apa yang anda liat di film dengan kenyataan yang terjadi, bertolak belakang sama sekali. Kenyataan yang ada, sangat menyakitkan bagi bintang film porno ini, simaklah kisahnya berikut ini
Percayalah, Aku tahu
“Aku dulu pernah melakukannya sepanjang waktu dan aku melakukannnya
karena nafsuku akan kekuasaan dan kecintaanku kepada uang. Aku tidak pernah
menyukai seks. Bahkan Aku tidak menginginkannya dan faktanya aku lebih
banyak minum Jack Daniels (jenis minuman alkohol import original. Sejenis
Jhonny Walke yang juga masuk Indonesia, red) daripada bersama para pria yang
dibayar seperti aku untuk “berpura-pura” di film.
Ya Benar tidak ada diantara kami -gadis-gadis blonde yang menyukai being in
porn movie . Kami benci disentuh oleh orang asing yang sama sekali tidak peduli
dengan kami. Kami benci dianggap rendah oleh mereka, laki-laki dengan
keringat dan bau busuknya. Beberapa diantara kami sering sampai muntah di
kamar mandi saat break syuting. Sedangkan yang lainnya berusaha
menenangkan diri dengan merokok Marlboro tanpa henti.
Tapi porn industry (industri pornografi) ingin agar kamu selalu berpikir kalau
kami artis porno sangat menyukai seks. Mereka ingin kamu percaya bahwa kami
senang dilecehkan seperti binatang dalam berbagai jenis adegan di film.
Kenyataannya, artis porno sering tidak tahu apa saja adegan yang akan mereka
lakukan saat pertama kali datang ke lokasi syuting dan kami hanya diberi dua
pilihan oleh produser: “Lakukan atau Pulang Tanpa Bayaran. Kerja atau tidak
akan bisa kerja lagi.”
Iya memang benar kami punya pilihan.
Beberapa diantara kami memang sangat memerlukan uang. Tapi kami
dimanipulasi, dipaksa bahkan diancam.
Beberapa diantara kami terjangkit AIDS karena profesi ini. Atau tertular herpes
dan berbagai macam penyakit kelamin lain yang sukar disembuhkan. Salah seorang artis film porno setelah syuting dengan menahan sakit sepanjang hari
setelah sampai dirumah menembak kepalanya dengan pistol.
Kebanyakan dari artis porno mungkin berasal dari keluarga yang berantakan dan
pernah mengalami pelecehan seksual dan perkosaan dari keluarga atau
tetangganya sendiri. Saat kami kecil kami hanya ingin bermain dengan boneka,
bukan mendapatkan trauma saat seorang laki-laki dewasa berada diatas tubuh
kami.
Jadi sejak kecil kami belajar bahwa seks bisa membuat kami berharga. Dan
dengan semua pengalaman mengerikan itu kami menipu kalian di depan kamera
padahal sebenarnya kami membenci di setiap menitnya.
Karena trauma itu kebanyakan artis porno hidupnya tergantung kepada alkohol
dan narkotika. Dan hidup kami juga selalu diliputi ketakutan akan terjangkit HIV
atau penyakit kelamin lainnya seperti; Herpes, gonorrhea, syphilis, chlamydia,
dll. setiap hari menghantui kami.
Menurut catatan Shelley dalam situs web nya. Sebelas bintang pornografi mati
akibat HIV, bunuh diri, pembunuhan dan obat pada tahun 2007. Antara 2003
dan 2005, 976 orang pemain dilaporkan dengan 1.153 hasil positif STD. 66% dari
pemain pornografi terkena Herpes, penyakit yang tak dapat disembuhkan.
Memang setiap bulan kami diperiksa tapi kamu tahu, kalau hal tersebut tidak
akan bisa mencegah kami tertular penyakit-penyakit mematikan itu. Selain
penyakit, adegan syuting tidak kalah mengerikannya, banyak dari kami
mengalami luka sobek atau luka pada organ tubuh bagian dalam kami.
Diluar syuting kami sering berharap bisa menjalani hidup yang normal. Tapi
sangat sulit menjalin hubungan yang normal dengan laki-laki ‘biasa´, maka dari
itu kebanyakan dari kami menikah dengan sutradara film porno atau menjalani
hidup sebagai lesbian.
Buat aku, momen yang tidak akan terlupakan adalah ketika tanpa sengaja anak
perempuanku melihat ibunya yang telanjang sedang berciuman dengan gadis
lain. Anakku pasti akan terus mengingatnya juga.
Pada hari yang lain kami bisa berubah seperti zombie dengan botol bir di tangan
kanan dan gelas wisky di tangan kiri. Kami tidak suka bersih-bersih jadi sering
kali kami harus menyewa pembantu untuk membersihkan kotoran kami. Selain
itu artis porno benci memasak sendiri. Biasanya kami memesan makanan yang
kemudian kami muntahkan lagi karena kebanyakan dari kami menderita
bulimia, semacam gejala lapar yang tidak pernah terpuaskan.
Bagi artis porno yang memiliki anak, kami adalah ibu yang paling buruk. Kami
menjerit dan bahkan memukul anak kami tanpa alasan. Seringkali saat kami
begitu mabuknya sampai-sampai anak kami yang berumur 4 tahun yang
menyeret kami dari lantai. Dan ketika ada tamu (kebanyakan karena alasan seks)
kami harus mengunci anak kami terlebih dulu dikamar dan menyuruh mereka
untuk diam. Kalau aku biasa membekali anak gadisku dengan pager dan kusuruh dia
menungguku di taman sampai aku selesai dengan tamuku.”
Semua Tipuan…
“Kalau kamu bisa melihat lebih dalam kehidupan artis film porno mungkin kamu
akan kehilangan minat menonton film porno. Kenyataan sebenarnya kami artis
film porno ingin mengakhiri semua rasa malu ini dan semua trauma dalam hidup
kami. Tapi sayangnya kami tidak bisa melakukannya sendiri.
Kami berharap kalian kaum pria membantu kami, memperjuangkan kebebasan
dan kehormatan kami. Kami ingin kalian memeluk kami saat kami menghapus
air mata dan menyembuhkan luka di hati kami. Kami berharap kalian mau
berdoa untuk kami dan semoga Tuhan akan mendengar dan mengampuni semua
kesalahan kami di masa lalu.
Industri film porno tidak lebih dari “seks palsu” dan “tipuan kamera”. Percayalah…….!
Bookmarks