TEMPO Interaktif, BANDUNG - Berburu flora dan pernak-perniknya belum lengkap rasanya jika belum menyambangi supermarket tanaman Venita di Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Itulah yang saya lakukan pada Rabu, 21 Juli 2010. Dari Bandung, saya menempuh perjalanan sekitar 45 menit untuk sampai di Lembang.
Tiba di Venita, tepatnya di Jalan Raya Maribaya KM 2,5, Kampung Sukamulya, Desa Langensari, rasanya mata benar-benar dimanjakan oleh beragam tanaman, baik dari level pemula sampai level buruan kolektor.
Seraya menikmati beragam tanaman, saya sempatkan bertemu sang pemilik, Fransisca X. Rini. Kepada saya, Rini bercerita bahwa bisnis ritel ini ia rintis bersama suaminya, A. Pami Hernadi, sejak 3 Agustus 2003. Ia pun menjelaskan panjang lebar tentang konsep dan keragaman flora di supermarketnya.
Layaknya supermarket, secara garis besar, sistem belanja di “departement store” ini membiarkan pengunjungnya berkeliling mengeksplorasi deretan tanaman yang disediakan. Tentu, saya pun menyempatkan berjalan-jalan mengelilingi jajaran tanaman.
Bagi pembeli yang kepincut atau pemburu yang menemukan buruan tanaman yang sudah lama diidam-idamkan, tinggal bayar di kasir untuk bisa jadi si empunya.
Stok pupuk tanaman hias di rumah habis, gunting taman patah, sekop hilang, pot suplir kesayangan pecah, atau obat-obatan tanaman belum punya. Tenang, di sini semua itu juga tersedia. Bahkan, di tempat itu, saya saksikan buku-buku soal tanaman.
Jadi, dengan satu langkah mendatangi Venita, "Orang bisa sekaligus beli macam-macam tanaman, pupuk, sampai aksesorinya," kata Rini.
Di hamparan area seluas 5.720 hektare ini, terdapat empat karakter green house (rumah kaca) sebagai habitat sekaligus tempat beragam tanaman dijajakan. Green house pertama, dengan intensitas 55 persen cahaya matahari yang masuk, dihuni oleh para anggrek bulan (Phallaenopsis Sp.), daun-daun gajah (Alokasia Sp.), dan jenis-jenis Phlebodium Sp. Di green house kedua, intensitas 65 persen cahaya, terdapat Drivelo.
Untuk Zamioculcas dan Lavender, bisa ditemui pada green house ketiga yang semi-panas karena menggunakan setting intensitas cahaya 70 persen. Green house empat itu yang paling panas. Dengan intensitas cahaya seratus persen, rumah kaca ini diisi aneka kaktus dan sukulen. Di antara green house lainnya, areanya paling luas.
"Persediaan tanaman sendiri, kita memang banyak menyediakan kaktus dan sukulen," ungkap Rini. "Karena awalnya suami saya mulai menekuni kaktus dan sukulen sejak 1975, jadi koleksi banyak," ujarnya. Bersama sang suami, kemudian ia menggumuli dunia suplir dan begonia pada 1983.
Yang jelas, tanaman hias yang tersedia di sini ada dari tipe in-door (dalam ruangan) dan out-door (luar ruangan). Untuk tanaman in-door di antaranya Drassena (suji), Lavender, Asplinium, dan Calatea. Tanaman hias out-door mulai flora rambat mata dewa, magnolia, cempaka, sampai pohon-pohon besar seperti palem botol pun ada. Kisaran harga tanaman kaktus, sukulen, dan tanaman hias lainnya dibandrol mulai Rp 1.500 sampai puluhan juta rupiah.
Supermarket ini, kata Rini, tidak mengikuti tren booming pasaran sesaat. Misal, saat tanaman seperti Anthurium atau puring sedang gila-gilaan di blow-up dan harganya melambung, "Kita tidak ikut gila-gilaan juga," ujarnya sambil terkekeh.
"Kalau ada yang menitip untuk menjual di sini, ya, diterima saja, kita tampung. Tapi, itu juga harus dilihat tanamannya apakah cocok dengan lingkungan di sini. Kita lihat, kalau ternyata dia tipe yang butuh kelembapan tinggi, biasanya tidak ditampung karena kondisi di sini dingin dan kering. Ini akan berpengaruh pada tampilan tanaman," tutur Rini, yang sempat berbisnis penyewaan tanaman sekitar 1986.
Seperti supermarket yang menjual kebutuhan rumah tangga, pada momen-momen tertentu Venita menyediakan diskon-diskon bagi pembelinya. Contohnya, pada masa liburan sekolah kemarin, swalayan ini memberi potongan harga sekitar 20-50 persen selama tiga minggu.
Kalau melihat pengalaman, ada juga diskon jangka panjang tiap tahun. "Biasanya masuk minggu kedua puasa di bulan Ramadan sampai akhir libur lebaran kita buat diskon," tutur ibu empat anak ini. Besar potongan harga untuk momen jangka panjang bisa mencapai 70 persen.
Ingin terus dapat diskon? Tak mustahil. Bagi langganan Venita yang menjadi member (anggota), setiap belanja tanaman difasilitasi 15 persen potongan harga untuk tanaman dan 7,5 persen untuk barang pabrik seperti pupuk. Syaratnya, cukup dengan membayar iuran Rp 50.000 per tahun. "Kalau ada momen sale (diskon) maka, anggota ini dapat potongan harga juga, jadi dapat diskon lagi," jelas Rini.
Bagi yang penasaran ingin terjun mengoleksi tanaman hias tak perlu minder atau takut salah merawatnya. Toh, 60 persen pembeli supermarket ini juga berasal dari kalangan penggemar tanaman kelas hobi. Sisanya, memang kolektor tanaman. "Sambil belanja pembeli juga bisa sekalian tanya-tanya dengan perawat tanaman di sini. Nanti dijelaskan bagaimana cara merawatnya, disesuaikan dengan kondisi lingkungan tempat di mana pembeli tinggal," kata Rini.
Pengunjung yang belanja ke supermarket tanaman ini rupanya datang dari seantero Indonesia. Sebut saja pemburu-pemburu dari pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, bahkan Papua.
Venita buka setiap hari mulai pukul 08.00-18.00 WIB. Untuk pembeli luar kota Bandung dengan minimal pembelanjaan Rp 5 juta, tanaman akan diantar ke tujuan. Untuk pembeli dari Kota Bandung, minimal pembelanjaan Rp 500 ribu. Dua-duanya tanpa dibebani ongkos kirim, kecuali ada kondisi atau perjanjian-perjanjian tertentu.








Reply With Quote
Bookmarks